Begawai Musik di Pusaran Post-Truth

Pekanbaru-Perisa Seni – Begawai Musik seri 2 usai digelar, namun kemasan pelaksanaannya yang tidak biasamembuatnya menjadi perbincangan baru. Seperti banyak dibicarakan di media cetak dan media online, Begawai Musik 2 menggunakan Zebra Cross sebagai “panggung” pertunjukan seniman-seniman Pekanbaru.

Begawai Musik 2 ramai dibicarakan karena status di Facebook dengan nama Ami Zaom mengunggah status di laman miliknya yang membuat para pendukung Begawai Musik 2 bereaksi dengan beragam respon.

Ami Zaom mengunggah dua status, pertama:

IMG_7127

Kemudian status di atas dihapus. Ami Zaom menghapus dengan alasan segan sama penyanyi Siska Mammiri. Beberapa saat setelahnya muncul status kedua:

IMG_7128

Akun bernama Willy Fwi kembali mengunggah capture status Ami Zaom agar menjadi bahan klarifikasi para pendukung Begawai Musik 2. Pada status kedua di atas, terlihat Ami Zaom berusaha mencari “dukungan dari beberapa musisi kenamaan Nasional seperti Indra Qadarsih, Harry Toledo. Tapi sayang kedua musisi ini sama sekali tidak merespon. Ada juga “pedagang musik blues” Ari Boy Haroen dan Musisi Jazz Riau, Eri Bob. Ami Zaom memang tidak tau apa-apa soal kegiatan ini, bahwa Eri Bob adalah salah satu yang dituakan Begawai Musik. Yang selalu menjadi tempat untuk meminta masukan mengenai musik dan perkembangannya di Riau, bahkan nama grup Geliga besutannya masuk salah satu penampil Begawai Musik 2.

Info ini saya ketahui pada dini hari tanggal 26 Februari 2018. Beberapa kawan mengirimkan Capture Gambar status di atas. Namun saya tidak terlalu merespon. Setelah membaca detail status tersebut, Saya menyimpulkan bahwa Ami Zaom  terjangkit “penyakit” Post Truth. Yaitu membuat suatu kondisi yang seolah-olah benar, meski tidak benar sama sekali. Status Ami Zaom adalah kebohongan, karena membuat pernyataan yang sama sekali tidak sesuai kenyataan. Atau dapat dikatakan tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Untuk kalimat terakhir, saya pun bingung apakah frase “tidak mengerti apa yang dibicarakan Ami Zaom”, dan kebohongan ini Paralel?. Sebab frase “tidak mengerti apa yang dibicarakannya” sering digunakan kepada “Orang Gila”, atau dalam medis disebut kewarasannya terganggu.

Ami Zaom tidak tau bahwa Begawai Musik 2 lahir dan dirancang dari spirit gotong royong musisi dan seniman Pekanbaru. Ami Zaom tidak tau bahwa aksi ini adalah seruan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut Pilgubri 2018. Tidak tau bahwa Begawai Musik mensosialisasikan Gurindam 12 pasal 12, untuk mengajak masyarakat dan pemimpin untuk kembali berkaca pada nilai luhur yang ada di dalamnya.

Era Post-Truth ini ditandai dengan dominasi berita-berita Hoax di media sosial, sehingga masyarakat dan media menjadi bingung mana informasi yang benar dan yang tidak benar. Namun Kebohongan-kebohongan seperti Ami Zaom di era Post-Truth ini sengaja diproduksi terutama oleh para politikus. Belakangan, sejak Pilpres 2014, ada ratusan media sosial, dibawah perusahaan berita Saracen, yang secara aktif memproduksi berita-berita bohong dengan tujuan untuk menjatuhkan citra lawan politik masing-masing calon.

Ami Zaom adalah hasil “panen” era Post-Truth. Merasa memiliki kebebasan untuk membuat pernyataan apapun. Dalam kamus Oxford istilah ini mulai digunakan tahun 1992. Istilah ini merefleksikan kasus Perang Teluk dan kasus Iran yang terjadi di periode tersebut. Istilah ini kemudian meningkat penggunaannya menjadi 2000% di tahun 2016 pada kasus Pilpres Amerika. Berdasarkan tulisan remotivi, “Seperti diketahui Donal Trump adalah sosok polotisi yang suka melempar berita bohong dan klaim sepihak yang tidak didukung bukti. Menanggapi hal tersebut, New York Times merancang metode yang tepat untuk melakukan pemeriksaan fakta atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump *

Apakah Ami Zaom sama dengan Trump? mungkin sama gila, tapi beda nasib!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s